
Jakarta – Ikan sering dianggap sebagai salah satu makanan sehat karena kaya akan protein dan asam lemak omega-3. Namun, tidak semua jenis ikan laut bisa dikonsumsi secara bebas.
Beberapa ikan berukuran besar diketahui memiliki kandungan merkuri yang lebih tinggi. Jika masuk ke tubuh dalam jumlah berlebihan, merkuri dapat menumpuk dan berisiko mengganggu kesehatan.
Karena itu, penting untuk lebih selektif dalam memilih jenis ikan yang dikonsumsi, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan wanita.
Mengutip Parade dan Draxe, berikut beberapa jenis ikan yang perlu dibatasi atau sebaiknya dihindari karena berpotensi mengandung merkuri tinggi.
1. Ikan Todak (Swordfish)
Ikan todak atau swordfish merupakan salah satu ikan laut besar yang memiliki tekstur daging tebal dan sering dijadikan hidangan. Meski populer, ikan ini termasuk jenis yang perlu dibatasi konsumsinya.
Ikan todak dapat mengandung merkuri tinggi karena berada dalam rantai makanan laut dan memangsa ikan-ikan lain yang lebih kecil. Kandungan merkuri tersebut dapat semakin terakumulasi dalam tubuh ikan.
Wanita dan anak-anak disarankan menghindari konsumsi ikan todak, sementara pria dianjurkan membatasi jumlah konsumsinya.
2. King Makarel
Makarel memang dikenal sebagai sumber omega-3 yang baik. Namun, tidak semua jenis ikan makarel memiliki tingkat keamanan yang sama.
King mackerel menjadi salah satu jenis makarel yang perlu diwaspadai karena memiliki kadar merkuri tinggi. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) bahkan menyarankan kelompok tertentu seperti anak-anak dan wanita untuk menghindarinya.
Jenis makarel lain seperti Spanish mackerel juga dilaporkan memiliki kandungan merkuri yang cukup tinggi. Sebagai pilihan yang lebih aman, Atlantic mackerel memiliki kandungan omega-3 tinggi dengan kadar merkuri yang lebih rendah.
3. Ikan Marlin
Marlin merupakan ikan laut berukuran besar yang cukup populer di berbagai hidangan. Namun, ikan ini juga masuk dalam daftar yang sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering.
Ahli gizi Roxana Ehsani menyebut bahwa marlin dapat memiliki kadar merkuri yang cukup tinggi. Selain itu, ikan ini juga berpotensi mengandung zat lain yang kurang baik bagi tubuh jika dikonsumsi berlebihan.
Ukuran tubuh marlin yang besar membuat ikan ini dapat mengakumulasi lebih banyak zat berbahaya dari lingkungan laut.
4. Ikan Hiu
Meski tidak menjadi pilihan makanan utama bagi semua orang, ikan hiu masih dikonsumsi di sejumlah negara. Namun, ikan predator ini termasuk jenis yang perlu dihindari.
Sebagai predator puncak dalam rantai makanan laut, hiu memiliki kemungkinan mengandung merkuri dalam jumlah lebih tinggi dibandingkan ikan lainnya.
Selain risiko kesehatan akibat kandungan merkuri, konsumsi ikan hiu juga berkaitan dengan masalah lingkungan. Populasi berbagai spesies hiu terus mengalami penurunan akibat penangkapan berlebihan, termasuk perdagangan sirip hiu.
5. Atlantic Bluefin Tuna
Atlantic bluefin tuna dikenal sebagai salah satu ikan premium yang sering digunakan dalam hidangan sushi Jepang. Ikan ini juga dikenal dengan sebutan hon maguro di restoran Jepang.
Meski memiliki nilai jual tinggi, jenis tuna ini tidak disarankan untuk dikonsumsi terlalu sering. Selain karena kandungan merkurinya yang tinggi sebagai predator laut, populasi Atlantic bluefin tuna juga terus mengalami penurunan akibat penangkapan berlebihan.
Sebagai alternatif, beberapa ahli menyarankan memilih jenis tuna yang lebih rendah merkuri seperti skipjack tuna.
Memilih ikan sebagai sumber protein tetap menjadi pilihan yang baik, tetapi jenis dan jumlah konsumsinya perlu diperhatikan. Mengonsumsi ikan secara beragam dapat membantu mendapatkan manfaat nutrisi tanpa meningkatkan risiko paparan merkuri berlebihan.
