
IRAN menyatakan sedikitnya tujuh kota di berbagai wilayah negara itu menjadi sasaran serangan Amerika Serikat (AS) pada Minggu (12/7), menandai meningkatnya eskalasi konflik antara kedua negara.
Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, mengutip seorang pejabat di Provinsi Bushehr yang menyebut pasukan AS menyerang lima kota di provinsi tersebut, yakni Asaluyeh, Dir, Bushehr, Dashti, dan Tangestan.
Provinsi Bushehr yang berada di pesisir selatan Iran disebut telah berulang kali menjadi target serangan selama konflik berlangsung. Menurut pejabat setempat, serangan-serangan sebelumnya juga merusak infrastruktur sipil, termasuk kawasan di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr.
Selain di Bushehr, Iran melaporkan serangan juga terjadi di wilayah pinggiran Kota Veysian, Provinsi Lorestan, di bagian barat negara itu.
Wakil pejabat urusan politik, keamanan, dan sosial Provinsi Lorestan, Saeed Pourali mengatakan kepada stasiun televisi IRIB bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
“Kondisi di kota tersebut sekarang normal,” ujarnya.
IRNA juga melaporkan sebuah pangkalan di Kota Khondab, Iran barat, dihantam proyektil musuh. Mengutip seorang pejabat senior setempat, serangan itu terjadi pada pagi hari dan hingga kini otoritas masih meninjau dampak kerugian jiwa maupun kerusakan material.
Di sisi lain, Iran mengeklaim telah melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Menurut laporan televisi pemerintah IRIB, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menembakkan rudal balistik ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar.
IRIB juga melaporkan bahwa IRGC melancarkan serangan berat dan mendadak terhadap fasilitas dukungan logistik untuk kapal angkatan laut dan platform pengisian bahan bakar yang digunakan oleh kapal induk AS di Pelabuhan Duqm di Oman.
Di Kuwait, militer Iran mengklaim mengirimkan drone pengintai ke sejumlah aset militer AS, termasuk sistem pertahanan udara Patriot.
Sementara di Bahrain, yang menjadi lokasi markas Armada Kelima AS, Iran mengaku menargetkan sistem komunikasi dan instalasi radar milik militer Amerika.
Pemerintah Qatar dan Kuwait menyatakan telah berhasil mencegat serangan udara pada Minggu pagi waktu setempat.
Sementara di Bahrain, sirene peringatan dibunyikan dan otoritas meminta warga segera menuju lokasi perlindungan terdekat.
Iran juga mengeklaim menyerang infrastruktur militer di Yordania. Menurut IRGC, serangan tersebut menghancurkan sejumlah fasilitas, termasuk hanggar penyimpanan drone di Pangkalan Udara Pangeran Hassan.
Eskalasi terbaru ini terjadi setelah IRGC menembaki sebuah kapal kontainer berbendera Siprus di Selat Hormuz pada Sabtu (11/7).
Iran menyebut tindakan itu dilakukan karena kapal tersebut melanggar jalur pelayaran yang telah ditetapkan. Insiden tersebut kemudian diikuti serangan militer AS ke sejumlah wilayah Iran pada Minggu (12/7) dini hari waktu Teheran.
