
Jakarta – Makan tidak selalu harus dilakukan di dalam rumah atau restoran. Sesekali menikmati hidangan di teras, taman, atau tempat terbuka bisa menjadi cara sederhana untuk mengganti suasana sekaligus memberikan sejumlah manfaat bagi tubuh dan pikiran.
Selain membuat aktivitas makan terasa berbeda, berada di luar ruangan memungkinkan seseorang mendapatkan paparan cahaya alami dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Kondisi ini disebut dapat membantu tubuh lebih rileks, mendukung produksi vitamin D, hingga meningkatkan kesadaran saat menyantap makanan.
Meski demikian, aktivitas di bawah sinar matahari tetap perlu dilakukan secara bijak. Durasi paparan dan perlindungan terhadap kulit penting diperhatikan agar manfaatnya tidak berubah menjadi risiko akibat paparan matahari berlebihan.
Dilansir dari Eating Well, berikut sejumlah manfaat yang bisa diperoleh ketika makan di luar ruangan.
1. Membantu Suasana Hati Lebih Baik
Menghabiskan waktu di ruang terbuka sambil menikmati makanan dapat menjadi kesempatan untuk sejenak menjauh dari rutinitas. Lingkungan yang tenang juga dapat membantu seseorang merasa lebih rileks.
Sejumlah penelitian menghubungkan aktivitas di lingkungan terbuka dengan penurunan kadar kortisol serta perubahan positif pada detak jantung, tekanan darah, dan tingkat stres.
Ahli gizi Kylie King mengatakan kondisi stres dapat memengaruhi pola makan. Ketika mengalami tekanan, seseorang bisa lebih mudah menginginkan makanan tertentu, makan dengan cepat, atau kurang menyadari kapan dirinya sudah kenyang.
Menurutnya, makan siang sederhana di luar ruangan bisa menjadi kesempatan untuk memperlambat aktivitas dan menikmati makanan dengan lebih sadar.
Psikolog Max Doshay juga menyebut makan di luar dapat memberikan waktu istirahat dari pekerjaan, teknologi, maupun berbagai gangguan yang biasa muncul ketika seseorang berada di dalam ruangan.
2. Membantu Tubuh Mendapatkan Vitamin D
Salah satu keuntungan lain berasal dari paparan sinar matahari. Ketika kulit terkena sinar UVB, tubuh dapat memproduksi vitamin D yang berperan dalam menjaga kesehatan tulang, mendukung sistem kekebalan tubuh, serta berkaitan dengan suasana hati.
Kylie King menjelaskan bahwa berada di luar ruangan selama sekitar 15-30 menit ketika matahari bersinar dapat memberikan kesempatan bagi tubuh mendapatkan paparan sinar yang dibutuhkan untuk produksi vitamin D.
Hal ini menjadi penting karena banyak orang dewasa menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan.
Namun, bukan berarti semakin lama berada di bawah sinar matahari akan semakin baik. Jika aktivitas dilakukan dalam waktu lebih panjang, sebaiknya gunakan tabir surya dan manfaatkan tempat teduh untuk membantu melindungi kulit dari paparan berlebihan.
3. Membantu Makan dengan Lebih Sadar
Lingkungan tempat seseorang makan ternyata juga dapat memengaruhi cara menikmati makanan. Suasana terbuka yang lebih tenang bisa membantu seseorang mengurangi gangguan dan memberikan perhatian lebih besar terhadap makanan di hadapannya.
Ahli gizi Lee Cotton mengatakan kondisi tersebut dapat mendukung praktik mindful eating. Seseorang dapat makan dengan lebih perlahan sekaligus memperhatikan rasa, tekstur, aroma, dan tampilan makanan.
“Makan di luar ruangan melibatkan indra dan dapat meningkatkan kesadaran tanpa gangguan teknologi,” ujar Cotton.
Menjauh sejenak dari ponsel atau perangkat elektronik juga membuat seseorang lebih mudah mengenali sinyal lapar dan kenyang. Dengan begitu, waktu makan tidak sekadar menjadi aktivitas untuk menghabiskan makanan, tetapi juga kesempatan memahami respons tubuh.
4. Memberikan Kesempatan untuk Bersosialisasi
Makan di luar ruangan juga dapat menjadi aktivitas yang dilakukan bersama orang lain. Sarapan di teras bersama keluarga atau makan siang di taman bersama teman, misalnya, memberikan kesempatan untuk berinteraksi dalam suasana yang berbeda.
Menurut Max Doshay, cahaya alami dapat membantu mengatur ritme internal tubuh dan mendukung produksi serotonin, yaitu zat kimia tubuh yang berkaitan dengan suasana hati.
Interaksi sosial dalam suasana terbuka juga bisa membuat seseorang merasa lebih santai. Percakapan bersama keluarga atau teman sambil menikmati makanan dapat memberikan pengalaman positif sekaligus membantu mengurangi ketegangan dari aktivitas sehari-hari.
Pada akhirnya, makan di luar ruangan tidak harus dilakukan dalam bentuk aktivitas besar. Duduk di teras rumah, membawa bekal ke taman, atau sekadar menikmati sarapan di tempat terbuka sudah dapat menjadi cara sederhana untuk mendapatkan suasana baru.
Yang terpenting, tetap perhatikan kondisi cuaca, durasi paparan matahari, serta perlindungan kulit agar aktivitas tersebut tetap nyaman dan aman.
