
Jakarta – Menikmati secangkir kopi tidak hanya soal jumlah yang diminum, tetapi juga waktu konsumsinya. Memperhatikan kapan minum kopi dapat membantu tubuh memperoleh manfaat kafein secara optimal sekaligus meminimalkan efek samping, termasuk gangguan tidur.
Bagi banyak orang, kopi menjadi minuman andalan untuk meningkatkan energi dan menjaga konsentrasi. Namun, jika dikonsumsi pada waktu yang kurang tepat, manfaat tersebut bisa berkurang bahkan memengaruhi kualitas istirahat.
Para ahli menyarankan beberapa kebiasaan sederhana agar efek kafein lebih maksimal tanpa mengganggu kesehatan. Berikut lima tips minum kopi yang tepat, dikutip dari Wired.
1. Tunda Minum Kopi Setelah Bangun Tidur
Sebagian orang langsung menyeduh kopi sesaat setelah membuka mata. Padahal, kebiasaan ini dinilai kurang ideal karena tubuh secara alami mengalami peningkatan hormon kortisol saat bangun tidur.
Kortisol berfungsi meningkatkan energi dan kewaspadaan, sehingga tambahan kafein belum terlalu dibutuhkan pada saat itu.
Ahli gizi Julia Zumpano menyarankan untuk memberi jeda sekitar satu jam setelah bangun sebelum menikmati secangkir kopi agar efeknya lebih optimal.
2. Sesuaikan dengan Jam Biologis Tubuh
Waktu terbaik minum kopi tidak selalu sama bagi setiap orang. Hal tersebut dipengaruhi oleh ritme sirkadian atau jam biologis masing-masing individu.
Orang yang terbiasa bangun pagi memiliki pola energi berbeda dengan mereka yang aktif hingga malam hari.
Menurut ahli gizi Ella Akkerman, seseorang yang harus bangun lebih awal dari ritme alami tubuhnya justru dapat memperoleh manfaat dari konsumsi kopi lebih cepat untuk membantu meningkatkan kewaspadaan.
3. Hindari Minum Kopi Saat Perut Masih Kosong
Mengonsumsi kopi tanpa makan terlebih dahulu dapat memengaruhi kadar gula darah dan memicu tubuh terasa lemas atau gemetar.
Kafein merangsang pelepasan cadangan glukosa dari hati sebagai sumber energi. Jika belum ada asupan makanan, efek tersebut bisa terasa lebih kuat.
Karena itu, para ahli menyarankan untuk mengonsumsi sarapan ringan sebelum minum kopi agar tubuh lebih siap menerima kafein.
4. Perhatikan Batas Asupan Kafein
Konsumsi kafein secara berlebihan berpotensi menyebabkan berbagai keluhan, seperti rasa gelisah, cemas, hingga jantung berdebar.
Bagi sebagian besar orang dewasa, batas aman konsumsi kafein sekitar 400 miligram per hari atau setara kurang lebih empat cangkir kopi seduh.
Jika mulai merasakan efek yang tidak nyaman setelah minum kopi, sebaiknya kurangi jumlah konsumsinya karena toleransi terhadap kafein berbeda pada setiap orang.
5. Hindari Kopi Menjelang Sore atau Malam
Efek kafein dapat bertahan selama beberapa jam di dalam tubuh. Oleh sebab itu, minum kopi pada sore atau malam hari berisiko mengganggu kualitas tidur.
Meskipun seseorang tetap dapat tertidur, kualitas istirahatnya belum tentu optimal sehingga tubuh terasa kurang segar saat bangun keesokan harinya.
Julia Zumpano mengungkapkan bahwa banyak orang baru menyadari kualitas tidurnya membaik setelah mengurangi konsumsi kafein di penghujung hari. Untuk itu, kopi sebaiknya dinikmati sebelum memasuki waktu sore agar tidak mengganggu waktu istirahat malam.
