
Jakarta – Teh menjadi salah satu minuman yang banyak dikonsumsi sehari-hari. Kandungan polifenol dan antioksidannya membuat teh kerap dikaitkan dengan berbagai manfaat bagi tubuh.
Meski begitu, waktu minum teh juga perlu diperhatikan, terutama ketika dikonsumsi berdekatan dengan makanan tertentu. Beberapa jenis makanan berpotensi mengalami interaksi dengan senyawa dalam teh sehingga penyerapan zat gizi tertentu bisa berkurang atau menimbulkan rasa tidak nyaman pada pencernaan.
Agar lebih aman, berikut sejumlah makanan yang sebaiknya tidak langsung disantap bersamaan dengan teh.
1. Sayuran Hijau dan Kacang-kacangan
Bayam, kale, brokoli, serta berbagai jenis kacang-kacangan dikenal sebagai sumber zat besi. Di sisi lain, teh mengandung senyawa seperti tanin yang dapat berinteraksi dengan zat besi non-heme sehingga penyerapannya oleh tubuh bisa berkurang.
Bagi orang yang ingin mengoptimalkan asupan zat besi, sebaiknya beri jeda antara waktu makan makanan tersebut dan minum teh.
2. Buah dan Makanan yang Bersifat Asam
Jeruk, lemon, serta tomat termasuk makanan yang memiliki cita rasa asam. Mengonsumsi makanan tersebut bersamaan dengan teh disebut dapat memengaruhi penyerapan katekin, yaitu salah satu kelompok antioksidan yang terdapat dalam teh.
Pada sebagian orang, kombinasi minuman berkafein dengan makanan atau minuman yang asam juga dapat membuat lambung terasa kurang nyaman, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
3. Produk Berbahan Susu
Teh susu memang menjadi kombinasi yang populer. Namun, penambahan susu ke dalam teh dapat memengaruhi interaksi senyawa polifenol dalam teh.
Protein dalam susu, terutama kasein, dapat berinteraksi dengan polifenol. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa konsumsi teh bersama produk susu kerap dibahas dalam kaitannya dengan aktivitas antioksidan teh.
Meski demikian, efeknya terhadap manfaat kesehatan secara keseluruhan masih bergantung pada jenis teh, jumlah susu, serta pola konsumsi seseorang.
4. Makanan Berminyak dan Gorengan
Gorengan dan makanan tinggi lemak membutuhkan proses pencernaan yang relatif lebih lama. Jika dikonsumsi bersama teh, sebagian orang mungkin merasakan perut lebih penuh atau tidak nyaman.
Bukan berarti teh secara langsung berbahaya jika diminum setelah makan gorengan. Namun, bagi orang yang memiliki pencernaan sensitif, memberikan jeda antara makan makanan berminyak dan minum teh dapat menjadi pilihan yang lebih nyaman.
5. Kunyit
Kunyit mengandung kurkumin, senyawa yang banyak diteliti karena sifat antioksidannya. Namun, menggabungkan kunyit dengan teh dalam jumlah tertentu mungkin tidak selalu cocok bagi semua orang.
Pada individu yang sensitif, kombinasi bahan tersebut berpotensi menimbulkan keluhan pencernaan, seperti perut bergas, rasa tidak nyaman, atau keluhan asam lambung.
Beri Jeda Saat Minum Teh
Teh sebenarnya tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Yang perlu diperhatikan adalah waktu konsumsinya, terutama jika seseorang sedang berusaha memenuhi kebutuhan zat besi atau memiliki lambung yang sensitif.
Sebagai langkah praktis, teh dapat dikonsumsi sekitar satu jam sebelum atau setelah makan, terutama ketika menu yang disantap mengandung banyak zat besi.
Selain memperhatikan kombinasi makanan, hindari pula penggunaan gula secara berlebihan dalam teh. Dengan begitu, kebiasaan minum teh tetap dapat menjadi bagian dari pola konsumsi yang lebih seimbang.
