
Jakarta – Risiko kanker mulut tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan merokok. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari dapat berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit tersebut.
Beberapa makanan diketahui berpotensi memicu peradangan atau menghasilkan senyawa tertentu saat diproses di dalam tubuh maupun ketika dimasak. Karena itu, para ahli menyarankan agar konsumsinya dibatasi sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Mengutip Eating Well, berikut beberapa jenis makanan dan minuman yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker mulut.
1. Daging Olahan
Produk seperti sosis, ham, bacon, hingga daging olahan siap santap termasuk dalam kelompok makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.
Menurut ahli bedah Veena Vats, daging olahan mengandung nitrit dan nitrat sebagai bahan pengawet. Senyawa tersebut dapat berubah menjadi zat yang berpotensi bersifat karsinogenik setelah diproses di dalam tubuh.
Sebagai alternatif, masyarakat disarankan mengolah sendiri irisan daging ayam atau kalkun segar sehingga kandungan garam, gula, dan bahan pengawet dapat dikurangi.
2. Daging Merah yang Dimasak dengan Panas Tinggi
Cara memasak daging merah juga berpengaruh terhadap kesehatan. Memanggang, membakar, atau menggoreng pada suhu tinggi dapat memicu terbentuknya senyawa yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.
Veena Vats menyarankan memilih metode memasak seperti merebus, mengukus, atau menyemur untuk mengurangi pembentukan senyawa tersebut. Ia juga mengingatkan agar menghindari mengonsumsi bagian daging yang gosong.
3. Minuman Beralkohol
Konsumsi minuman beralkohol merupakan salah satu faktor yang paling sering dikaitkan dengan kanker mulut. Saat diproses oleh tubuh, alkohol akan menghasilkan asetaldehida yang bersifat toksik dan dapat merusak sel.
Ahli gizi Taylor Janulewicz menyarankan untuk menghindari atau setidaknya membatasi konsumsi alkohol guna membantu menurunkan risiko penyakit tersebut.
Ia juga mengingatkan bahwa kandungan alkohol tidak hanya terdapat pada minuman, tetapi juga pada beberapa jenis obat kumur. Oleh karena itu, memilih produk bebas alkohol dapat menjadi pilihan yang lebih baik setelah berkonsultasi dengan dokter gigi.
4. Minuman Tinggi Gula
Minuman seperti soda, kopi dengan tambahan gula, minuman energi, maupun jus berpemanis juga disarankan untuk dibatasi.
Veena Vats mengungkapkan bahwa sejumlah penelitian menunjukkan perempuan yang mengonsumsi satu atau lebih minuman manis setiap hari memiliki risiko kanker mulut yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.
Sebagai pengganti, ahli gizi Stacy Davis menyarankan memilih air putih, teh tanpa gula, atau air yang diberi potongan buah segar agar tetap terasa menyegarkan.
5. Gorengan dengan Suhu Tinggi
Makanan yang digoreng dalam suhu tinggi juga termasuk yang perlu diperhatikan. Proses penggorengan dapat menghasilkan senyawa yang diduga berpotensi merusak DNA dan meningkatkan risiko beberapa jenis kanker.
Menurut Veena Vats, penggunaan air fryer dapat membantu mengurangi pembentukan senyawa tersebut karena waktu memasaknya relatif lebih singkat. Meski demikian, metode memasak seperti mengukus atau merebus tetap dinilai sebagai pilihan yang lebih sehat untuk dikonsumsi secara rutin.
