
Jakarta – Kulit pisang biasanya langsung berakhir di tempat sampah setelah buahnya dimakan. Padahal, bagian tersebut ternyata masih mengandung berbagai zat gizi yang berpotensi memberikan manfaat bagi tubuh.
Kulit pisang mengandung serat, kalium, magnesium, serta berbagai senyawa antioksidan. Jika diolah dengan benar, kulitnya juga dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari makanan, misalnya dicampurkan ke smoothie atau dimasak menjadi tumisan.
Dikutip dari Verywell Health, berikut sejumlah manfaat yang bisa diperoleh dari kulit pisang.
1. Membantu Memenuhi Kebutuhan Serat
Salah satu keunggulan kulit pisang adalah kandungan seratnya yang cukup tinggi. Dalam 100 gram kulit pisang, jumlah seratnya dapat mencapai sekitar 3-7 gram.
Serat larut dan tidak larut sama-sama berperan dalam menjaga sistem pencernaan. Asupan serat juga dapat membantu seseorang merasa kenyang lebih lama dan mendukung pola buang air besar yang teratur.
Ahli gizi Avery Zenker, RD, menjelaskan bahwa kandungan serat tersebut menjadi salah satu alasan kulit pisang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi tambahan.
2. Menyediakan Kalium
Kulit pisang juga mengandung kalium dalam jumlah cukup tinggi. Sekitar 100 gram kulit pisang disebut dapat menyediakan kurang lebih 1.025 miligram kalium.
Mineral ini berperan dalam menjaga keseimbangan cairan, fungsi saraf dan otot, serta membantu mempertahankan tekanan darah dalam kondisi normal.
Asupan kalium yang cukup juga penting sebagai bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung.
3. Mengandung Berbagai Antioksidan
Tidak hanya mineral dan serat, kulit pisang juga mengandung senyawa antioksidan seperti polifenol, flavonoid, serta karotenoid.
Jumlah beberapa senyawa tersebut dapat berubah seiring tingkat kematangan buah. Antioksidan berfungsi membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Karotenoid seperti lutein, alfa-karoten, dan beta-karoten juga memiliki peran dalam mendukung kesehatan mata dan kulit.
4. Berpotensi Mendukung Kadar Kolesterol
Serat yang terdapat pada kulit pisang dapat membantu proses pencernaan lemak dan kolesterol. Serat tertentu dapat mengikat sebagian kolesterol di saluran pencernaan sehingga membantu proses pengeluarannya dari tubuh.
Selain itu, kandungan polifenol pada kulit pisang juga berpotensi mendukung kadar kolesterol yang sehat.
Menjaga kadar kolesterol tetap dalam batas sehat merupakan salah satu bagian dari upaya mempertahankan kesehatan jantung.
5. Membantu Mengatur Gula Darah
Kandungan serat pada kulit pisang dapat memperlambat proses penyerapan karbohidrat. Hal ini berpotensi membantu menjaga kenaikan gula darah agar tidak berlangsung terlalu cepat setelah makan.
Polifenol yang terdapat di dalamnya juga sedang diteliti karena potensinya dalam mendukung regulasi gula darah.
Meski demikian, kulit pisang bukan pengganti pengobatan bagi penderita diabetes. Orang dengan diabetes atau resistensi insulin tetap perlu mengatur pola makan secara keseluruhan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
6. Berpotensi Mendukung Suasana Hati dan Tidur
Kulit pisang mengandung triptofan, yaitu asam amino yang digunakan tubuh dalam berbagai proses, termasuk produksi serotonin.
Serotonin berperan dalam pengaturan suasana hati. Selain itu, kandungan magnesium dan triptofan pada kulit pisang juga dikaitkan dengan proses yang berhubungan dengan kualitas tidur.
Namun, manfaat tersebut tidak berarti mengonsumsi kulit pisang secara otomatis dapat mengatasi gangguan tidur atau masalah suasana hati.
7. Berpotensi Bermanfaat bagi Kulit
Kulit pisang juga memiliki sejumlah senyawa yang memiliki aktivitas antimikroba. Karena itu, bagian buah ini telah banyak dibahas dalam kaitannya dengan perawatan kulit.
Beberapa penggunaan tradisional memanfaatkan kulit pisang untuk membantu meredakan rasa gatal akibat gigitan serangga. Kandungan tertentu di dalamnya juga berpotensi mendukung kesehatan kulit.
Meski begitu, penggunaan langsung pada kulit tidak selalu cocok untuk semua orang. Sebaiknya lakukan uji pada area kecil terlebih dahulu dan hentikan jika muncul iritasi.
Cara Mengonsumsi Kulit Pisang
Kulit pisang memang dapat dimanfaatkan sebagai makanan, tetapi bukan berarti bisa langsung dimakan begitu saja. Kulit perlu dicuci bersih terlebih dahulu untuk menghilangkan kotoran dan residu yang menempel.
Kulit pisang yang sudah matang biasanya lebih lunak sehingga lebih mudah diolah. Bagian ini dapat dimasukkan ke dalam smoothie atau dimasak bersama bahan makanan lain.
Teknik memasak seperti merebus atau menumis juga dapat membantu membuat teksturnya lebih mudah dikonsumsi.
Meski memiliki berbagai kandungan nutrisi, kulit pisang tetap sebaiknya dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang beragam. Manfaatnya tidak perlu dilebih-lebihkan, dan kebersihan serta cara pengolahan menjadi hal penting sebelum mengonsumsinya.
